Lindungi hubungan dengan kekasih kalian dari hal-hal yang membahayakan di facebook!! Jejaring sosial seperti facebook dan twitter serta yang lainnya terbukti dapat merusak hubungan kita dengan sang kekasih. Kok Bisa?? Hedewh.......Dalam facebook misalnya, sebagian besar orang-orang di dunia ini menjadikan facebook sebagai sarana mencari teman lama, teman yang jauh rumahnya, mencari teman baru, bahkan banyak yang mencari jodoh di situs jejaring sosial ini.
Kenapa bisa membahayakan?? Neh.....Ullat Bullu jelasin dikit....Di dalam facebook misalnya, kita di pertemukan oleh orang baru, yang sifat dan karakternya belum begitu kita kenali. Semakin misterius, maka rasa penasaran manusia itu semakin tinggi....( Coba kalo kamu gak percaya bro... ).
Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu kamu dan pasanganmu ketahui tentang jejaring sosial ini. Ullat Bullu kasih contoh salah satu jejaring sosial yaitu Facebook. Agar hubungan kalian tetap harmonis coba kalian perhatikan beberapa hal di bawah ini.....
1.Berbagi informasi dengan pasangan Ini adalah langkah penting untuk meyakinkan pasangan bahwa Facebook aman bagi hubungan kalian berdua.
2. 'Orang tak dikenal' adalah bahaya Sebaiknya jangan menerima ajakan pertemanan dari orang asing atau seseorang yang tidak Kamu kenal. Pertimbangkan baik-baik permintaan pertemanan dari mantan pacar atau orang yang pernah disukai. 3. Dengarkan suara hati Jika perasaan Kamu mengatakan ada sesuatu yang tidak beres, mungkin memang demikian adanya. Saat Kamu merasa tidak nyaman chatting dengan teman di Facebook atau pada fitur tertentu yang mereka kirimkan, lebih baik percayai kata hati. 4. 'Pasang mata, pasang telinga' Cara paling ampuh untuk tak melanggar batas adalah selalu berhati-hati dan waspada. Jika ada teman yang meminta Kamu melakukan hal yang melewati batas, lebih aman untuk segera mengenyahkannya dari pikiran dan mendiskusikannya dengan pasangan. 5. Yang harus dilakukan saat situasi tak nyaman Adakalanya Kita menemui situasi, saat Kita tidak nyaman namun tidak tahu harus berbuat apa. Lakukan empat langkah di atas. Bila Kamu tetap tidak menemukan solusi, segera putuskan hubungan dari jejaring dan bicarakan dengan pasangan bagaimana menanganinya. 6. Jangan bermain api Menerima ajakan pertemanan seseorang dari masa lalu mungkin terlihat biasa saja. Sekali dua kali menerima ajakan bertemu mungkin tidak masalah. Tetapi, bila dibiarkan terus menerus ini bisa menyulut masalah dalam hubungan Kamu, jika Kamu menyembunyikannya dari pasangan. 7. Berhenti berteman dengan 'api' Jika tak memperhatikan peringatan jangan bermain api dengan mantan pacar, mungkin ingatan emosional akan menghanyutkan kamu lebih jauh. Apalagi jika kisah cinta masa lalu sangat membekas. Pilihan paling bijaksana adalah berhenti menjadi temannya dan fokus pada pasangan kamu. 8. Dalam kondisi darurat, cari pertolongan Jika Facebook telah mengancam hubungan Anda, segeralah mencari bantuan. Berbicara dengan konselor, teman baik, orangtua atau pemuka agama bisa membantu memecahkan masalah Kamu bersama pasangan...
Hemz....Cowok emang di takdirin lebih agresif daripada Cewe...Itulah sebabnya kenapa kebanyakan cowo lebih sering mengejar dari pada di kejar-kejar.Eitz...tapi tunggu dulu bro...!! Sekarang gak sedikit lho cewe yang mengejar-ngejar cowo, mau bukti ?? neh...Ullat Bullu Kasih triknya...
1. Jujur dan gentle
Sebenarnya, bukan perkara sulit membuat dia ‘mendatangi’ kamu. Tentu saja asal tahu caranya. Begini salah satunya, begitu kamu merasa bertemu dengan seorang cewek yang seseuai dengan apa yang diidam-idamkan, maka tunjukan bahwa kamu adalah pria jujur, sopan, sekaligus charming. Tunjukkan juga kalau kamu tuh sangat antusias untuk mendengarkan ceritanya. Kalau kamu bisa terlihat seperti itu, bisa dipastikan cewek-cewek bakal kepingin nempel terus.
2. Jangan terlalu banyak menilai
Ini nih kebiasaan yang sering dilakukan banyak cowok -cewek juga sih-. Padahal semua orang tahu, tidak ada manusia yang sempurna atau nobody’s perfect. Yah, siapa yang nggak jengkel. Kalau dinilai-nilai terus, cewek juga bakal sebal. Apalagi kalau dibanding-bandingkan dengan cewek lain, bisa-bisa dia malah menjauhi kamu.
3. Jangan mengikat
Kamu boleh saja menyukainya, sekaligus berharap dia akan menyukai kamu tentunya. Tapi bukan lantas kamu harus mengekang atau mengikatnya. Beri dia ruang gerak. Maksudnya jangan keseringan menyorongkan diri di sekitar dia. Biarkan dia menebak-nebak, dimana kamu berada, sedang melakukan apa dan sama siapa. Asal tahu saja, ketidakhadiran kamu itu, justru bisa menumbuhkan kerinduan dalam dirinya.
4. Willing
Saat dia bercerita sesuatu, tunjukkan kesan bahwa kamu tertarik dan antusias mendengarkan ceritanya. Tunjukkan pula bahwa kamu bersedia mendengarkan keluhan dan curahan hatinya. Entah cerita biasa-biasa saja atau masalah keluarga, pekerjaan, hobi, sampai mimpi-mimpinya. Jangan lupa untuk menanggapi cerita-ceritanya dengan pendapat yang brilian, tanpa terkesan menggurui.
5. Banyak senyum
Sudah jadi rahasia umum kalau senyuman itu merupakan salah satu senjata ampuh untuk menebar pesona. Pun, kata para ahli, tersenyum itu merupakan refleksi diri seseorang yang punya pemikiran positif. Nah, kalau kamu memang gemar tersenyum, maka tularkan kebiasaan tersebut ke cewek yang ditaksir. Caranya? Bikin dong dia tersenyum lewat joke-joke yang kamu lontarkan.
Tapi ingat, don’t be selfish, dong. Jangan cuma dia yang kamu bikin tersenyum, tapi akan lebih baik jika kamu bisa membuat teman-temannya bahkan juga keluarganya untuk tersenyum juga. Coba saja lihat hasilnya, dia pasti makin terpesona dengan kamu. Apalagi survei membuktikan kalau 9 dari 10 wanita lebih menyukai cowok yang punya selera humor tinggi.
6. Jadi yang terbaik
Menjadi yang terbaik, bukan lantas kamu harus melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak mampu dilakoni. Jangan memaksakan diri, be the best you can be saja. Nggak susah kok. Kamu pasti tahu dong apa yang digemari para cewek? Dengan tampil bersih, harum, nafas segar, dan nggak terlalu berantakan, cewek pasti banyak yang melirik.
7. Jangan mengejar duluan
Cobalah untuk menahan keinginan melancarkan aksi terlebih dahulu. Kamu harus agak sabar, kamu boleh saja meneleponya, tapi jangan terlalu sering -selusin kali dalam sehari misalnya. Usahakan juga untuk tidak sering-sering mengirim SMS atau e-mail yang isinya penuh dengan bullshit. Seperlunya saja, tapi usahakan agar isi pembicaraan -kalau menelepon- cukup bermakna dan membuat dia terpesona.
8. Jual mahal sedikit
Yang ini merupakan lanjutan atau bentuk lain dari nasihat yang melarang cowok untuk mengejar cewek duluan. Meskipun mungkin si cewek tahu betul bahwa kamu sebenarnya ngebet dan “tergila-gila” sama dia, coba deh keukeuh untuk tidak melayani apa maunya. Pura-pura cuek kalau kamu sedang di dekatnya.
9. Biarkan dia menebak-nebak
Perlu diketahui bahwa, mahluk yang namanya cewek itu gemar akan sesuatu yang bersifat misterius, lho. Itulah kenapa banyak cewek yang menjadi pengarang cerita-cerita berbumbu petualangan dan misteri, seperti Agatha Christie atau Enid Blyton. Bikin dia seperti itu. Caranya?
Jangan langsung membuka diri. Beri dia sedikit-sedikit saja tentang siapa sebenarnya kamu. Soalnya, kalau langsung membuka diri bisa-bisa dia akan bosan dan bilang “sudah nggak ada tantangan lagi”. Makanya biarkan rasa ingin tahunya tentang diri kamu terus tumbuh dan berkembang. Dengan begitu, dia pun akan selalu berharap untuk mengenal kamu lagi dan lagi.
10. Jangan sok akrab
Tidak sedikit cowok yang bertanya-tanya, kenapa para cewek lebih memilih menjadi sahabat ketimbang menjadi kekasih. Salah satu jawabannya adalah, dia mungkin merasa hubungan dengan kamu sudah kelewat dekat, sehingga lebih enak untuk dijadikan teman. Nah, bila kamu benar-benar suka sama cewek, sebaiknya jangan dulu sok akrab. Begicu...cing.....Capcus...!! Hahahahaha....
Inget segala sesuatu itu berhasil tidak nya tergantung ente sob....!! Berusaha dan berdo'a.........hemz....cewe yang ente taksir bakalan bisa ente dapetin....Good Luck !!!
Yaps....Ullat Bullu corat-corat lagi neh.....Ehm, kemaren kita udah sama-sama kan ngraya'in hari Kemerdekaan RI kita ke-65. Dimana-mana ada perayaan dari yang termurah sampai termegah, semua bersenang-senang di negeri ini. Tapi........Neh ada cerita di balik semua perayaan HUT Kemerdekaan kemaren. Ullat Bullu punya cerita......
Kemaren malam, tepatnya 17 Agustus 2010 Aku sama temen-temen jalan di Alun-alun kota. Rame banget....Ada kembang api, ada yang makan-makan atau sekedar melepas penat, Karena bertepatan di bulan puasa ada juga yang buka bersama dengan keluarga dsb. Wah semua ternyata sudah merasakan kemerdekaan negeri kita ini. Gak sia-sia para pejuang dulu berkorban untuk anak cucu kini.
Salah satu korban kemiskinan Madiun
Eitz.......akan tetapi, belum jauh kaki ini melangkah aku melihat seorang pria tua, tidur di antara keramaian dan orang yang berlalu-lalang. Pria itu seakan tak peduli dengan bising sekitarnya. Dia tampak kurus, berkulit hitam legam karena sengatan panas matahari, memakai baju yang lusuh, dan terlihat di dekatnya ada karung entah apa isinya. Dalam benakku berfikir, apakah semua sudah merasakan kemerdekaan ini ? Kurasa tidak, Pria tua itu adalah contoh sebagian orang yang belum sepenuhnya mendapat dan merasakan kemerdekaan. Mengapa kemerdekaan di rasakan tidak merata / hanya di rasakan kalangan yang mampu saja?? Kenapa demikian? Dimakah UUD yang mengatakan orang miskin dan anak negara di tanggung oleh negara ? apakah UUD sekedar tulisan ?? Perlu di tanya kepada Pemerintah saat ini ? Apakah ini dampak korupsi ? Apakah ini dampak dari ke egoisan manusia karena uang ?? Jawab.....???
Hemz....tanggal tua bro....!! Dompet kosong...perut kosong....pengen makan enak gak bisa, pengen ngrokok juga gak bisa beli. Eittz.......tapi tenang bro, Ullat Bullu punya cara buat cari makan sama rokok gratis...coba deh cara berikut......
Cari deh Acara kondangan, Heemmz...gak punya uang kok kondangan??? Hahahaha....gak usah pake uang bro..cukup aja kamu cari amplop bekas ( layak pakai ) ....gunting kertas, bisa koran, majalah bekas, dsb. lalu isikan ke amplop tersebut...gak usah di kasih nama bro..hahahahaha.... Lalu bawa deh...ke tempat yang mau kamu tuju, isi buku tamu...masukin amplop ke kotak yang di sediakan....kamu duduk dan makanan akan datang sendirinya.... Rokoknya???, Tenang.........Di situ kan banyak bapak-bapak yang lagi ngobrol....kamu ikut aja nimbrung, biasanya rokok para bapak-bapak itu di taruh atau di sajikan buat para undangan atau untuk sesama bapak-bapak, kamu ambil ajah.....dengan catatan jangan 1 bungkus bro.....hahahahaha...!! satu demi satu tapi pasti...
Cari Warung yang banyak pembeli, Dengan syarat warung ini gak begitu di awasin....dan orang-orang yang ngopi atau nongkrong di warung itu agak jauh dari tempat orang-orang kalo mau bayar. Pertama-tama kamu pesen saja makanan, minuman ma rokok sekalian....sikat habis tu semua. Kalo udah selesai...kamu bilang yang punya warung kalo yang bayar temen kamu....Kamu tunjuk deh salah satu orang di situ yang tempat dia nongkrong agak jauh.....kemudian kamu pergi deh cepet-cepet dari situ....hahahaha...
Jika cara di atas sulit di lancarkan....jalan satu-satunya adalah utang....hahahahahahaha...
Hal-hal yang perlu di ingat untuk melancarkan aksi di atas :
Kalo bawa kendaraan, usahakan kendaraan pinjem...hahahhaha...ntar kan yang kena bukan kamu...wakakakka ( jahat kaleee ya..... )
Kalo emang gak ada kendaraan yang di pinjem, usahakan kendaraan kamu jauh dari pantauan orang sekitar...plat nomor kendaraan bro....kalo di di afalin malu cing....di cap orang yang sering cari gratisan...
Lakukan aksi diatas dengan teman minimal 1 orang......biar gak keliatan kayak orang blo'on...qiqiqiqiqi
Berdo'a sebelum melancarkan aksi.......Agar tak ada kesulitan apapun dan semua berjalan mulus...heheheehe...
Dan jangan keseringan bro....................!!! wakakakakaakakaka ntar takutnya kamu ketagihan cari gratisan.......
Ini Neh....Kalo Temen2 pada mau selingkuh biar aman dan nyaman tanpa ketahuan....Ullat bullu punya tips, yang di pelajari dari sang master Playboy hahahaha..............
Jika Anda mau ketemuan dengan pacar / kekasih kamu, ceck barang-barang kamu!! takutnya ada bekas lipstik atau bau parfum cewek lain dan lainnya.
Kemudian Periksa teliti hp kamu, ibox dan daftar log...hapus nomor-nomor selingkuhan kamu.
Jangan hapus nomor-nomor temen ( selain cewek lain ) yang sms atau di daftar hp kamu, sebagai bukti kalo kamu keluar dengan temen untuk kerjain tugas atau dalam urusan kerja.
Jangan memarkir motor atau mobil kamu di tempat terbuka terlihat dari jalan raya sehingga orang melintas dapat menghafal plat kendaraan kamu. usahain cari tempat parkir yang tidak terlihat dari jalan raya.
Jika selagi kamu sama kekasih kamu jalan. Trus selingkuhan kamu telfon atau sms jangan panik...stay cool aja, jawab sms atau telfon dengan santai kemudian minta waktu untuk permisi. atau buat aja hp kamu gak pake ringtone alias getar doank....ntar kalo selingkuhan kamu tanya " kok gak di angkat " atau " kok gak di balas " jawab saja ketiduran, hp ketinggalan dsb. hehehehe...........
Berhati-hatilah pada Sabtu malam, biasanya selingkuhan kamu berusaha mencari-cari kamu untuk teman sms-an, atau ngajak jalan. Cara aman, matikan hp kamu...bilang kalo lowbath, alternatif lainnya adalah sewa temen kamu buat balesin smsnya dia....hahahaha....
Hari Minggu pagi, usahakan jangan keluar sama pacar kamu ( pacar yang asli )....karena si selingkuhan akan mencari-cari kamu karena udah gak malam mingguan sama kamu...hehehehe,,,,
Kalo kamu emang pengen selingkuh pake nomor hp lebih dari 1 jek.....kan sekarang banyak tuh hp cina yang pake 2 nomor...hahahaha promosi malahan...itu cara lebih aman.....
Sebelum keluar sama selingkuhan baca Basmalah dan minta pada yang Kuasa semoga Aman lancar dan terkendali........Wkakkakakakkakaka
Kalo cara di atas kamu rasa sulit wes lah....ojok selingkuh kon.....wong selingkuh kudu bondo pikir lan bondo duit.....wakakakakakakaka
Kalo kamu ketahuan selingkuh, cara paling mudah minta maaf....kalo gak di maafin ya sudahlah....cari yang baru jek....mati satu tumbuh satu juta......
Inilah situasi menegangkan bagi kebanyakan orang. Yang bikin muka pucat kayak mau pingsan, badan serasa panas dingin, mulut kering dan tak bisa bicara, nafas sesak serta mata merah. Situasi ini adalah situasi dimana kita mengalami perut mules ( pengen boker / buang hajat ) yang tak bisa di tahan lagi, akan tetapi kita sulit untuk menemukan tempat dimana bisa buang hajat ( boker ). Ini neh.....Mas Ullat Bullu Kasih Cara dan Tipsnya.....hehehehe....
Di dalam Bus sedang perjalan jauh dan kita tidak mungkin untuk turun / berhenti.
Carilah tempat duduk yang di rasa aman. Usahakan tidak di ketahui penumpang lain, biasanya di pojokan dekat cendela.
Lakukan pada jam-jam dimana para penumpang sedang tidur, karena jika banyak penumpang yang tidak tidur, aksi kamu bakalan ketahuan... Idih tengsin Uey....!!!
Jika syarat di atas sudah terpenuhi, maka perlahan-lahan buka celana kamu, ambil posisi ½ Jongkok, agar tidak ada yang curiga kamu sedang ngapain.
Kemudian keluarkan hajat kamu perlahan dengan irama, hitungan 1 tarik nafas dalam-dalam, hitungan 2 tahan nafas dan mengejanlah pelan-pelan, dan hitungan 3 tahan nafas secara putus-putus untuk akhiran ( waktu udah keluar semua ). Ini perlu latihan khusus...agar hajat keluar lancar tanpa suara sedikit pun...hahahhaha
Setelah semua sudah keluar, bersihkan bokong kamu dengan tissu. Jika tidak ada bisa pakai kertas, kain...atau bungkus bekas jajan ( snack ). Wakakakkakakaka
Simpan hajat kamu di tempat yang aman...
Jika sampai tujuan, Buanglah hajat kamu di tempat yang kamu anggap aman, segeralah cari tempat / toilet terdekat untuk mengganti celana dalam kamu agar tidak risih ( selain itu jorok ah...kalau gak ganti, Gila loe )
Di perjalanan dengan kendaraan pribadi.
Hentikan kendaraan anda dan cari tempat parkir yang aman.
Carilah tempat yang aman. Tempat dimana orang gak akan tahu kalau kamu sedang ngapain. Bisa di belakang pohon, mepet ama tembok dsb..Malu jek kalau sedang beraksi ketahuan....
Kemudian Lancarkan aksimu sepuasnya, ingat habiskan semua isi perut mumpung aman..hahahhahaha....
Jika di Sekitar tempat itu tak ada air, bokong bisa kamu bersihkan pake tisu, jika gak ada bersihkan dengan kertas jika tak punya, kamu bisa cari daun yang agak lebar buat ngusapin sang bokong..wakakakakkaka.....
Setelah itu, tutupi hajat kamu dengan barang-barang sekitarmu....bisa daun kering....bisa dengan rumput kering dsb...
Setelah itu keluarlah dari tempat tersebut tanpa wajah dosa.....Hahahahahha...
Selamat Mencoba Bro.........................!!! Jangan Lupa kalau berhasil SMS aku ya....Wakakkakaka
Sudah banyak orang meninggal karena MIRAS. Minuman ini memang di konsumsi sebagian orang untuk kebutuhan. Bahkan di Madiun hampir 45% para kaum muda di kota ini kecanduan miras. Padahal sudah nyata-nyata korban berjatuhan karena minuman ini. Di samping hukumnya haram menurut agama, minuman ini tidak ada untungnya bagi kesehatan. Berikut hasil pengamatan Ullat Bullu Tentang Bahaya MIRAS...Check this out....!!!
Sebagian jenis mira
Dalam keputusan WHO no. 650 th. 1980 menyatakan bahwa mengkonsumsi minuman ber-alkohol dapat mengganggu kesehatan dan menimbulkan dampak negatif yang dapat mengalahkan dampak negatif mengkonsumsi opium dan kokain serta segala jenis narkoba lainnya (bukan maksud promosi khamr yang lain ya..). Bahaya yang diakibatkannya terlalu banyak untuk dihitung.
Keputusan umum yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1987, juga menyatakan bahwa bahaya dan dampak negatif khamr terhadap kesehatan benar – benar sangat parah dan berbahaya.
Suatu penelitian yang yang dilakukan di Swedia menyatakan bahwa 29% dari seluruh kondisi pasien yang masuk Rumah Sakit di Swedia disebabkan oleh konsumsi minuman ber-alkohol.
Di Inggris (belum termasuk Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara), antara 350.000 hingga 500.000 orang setiap tahunnya masuk Rumah Sakit karena ketergantungan pada minuman keras.
Di majalah Medicine International, edisi 6 th. 1989, ada sebuah artikel yang menyatakan minuman keras dapat membangkitkan kanker tenggorokan, di samping menyebabkan pendarahan di tenggorokan, pembengkakan pembuluh darah di pangkal tenggorokan, radang pancreas, wasir, dan lain – lainnya, yang adakalanya dapat menyebabkan kematian.
Berbagai penelitian ilmiah juga menegaskan bahaya minuman ber-alkohol terhadap liver, fungsi seksual, menyebabkan berbagai penyakit pada wanita, gangguan sistem saluran urine, sistem pencernaan, sistem aliran darah, sistem pernapasan, kelenjar telinga, kelenjar kelamin dan sistem metabolism tubuh. Hemm.......!! Untung gak kita minum MIRAS coy...??? Makanya sehat itu di syukuri....bukan malah di buat sakit....Hadeh Bocah Saiki rek...rek.....!!
Minuman keras membawa korban. Di Ngawi, Jawa Timur, seorang pemuda tewas mengenaskan setelah mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk.
Kecelakaan antara truk dan pengedara sepeda motor ini terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo, tepatnya di Desa Grudo, Kecamatan Kota Ngawi.
Bamper depan bagian kanan truk ringsek. Sementara kondisi sepeda motor yang dikendarai Defi Susanto Warga Desa Kebon, Kecamatan Paron, Ngawi, ringsek tak berbentuk. Selain menyebabkan ke 2 kendaraan rusak berat korban juga tewas di lokasi kejadian.
Kecelakaan ini terjadi ketika truk yang dikemudikan Heri Prayitno Warga Desa Grudo, Kecamatan Kota Ngawi, melaju dari Solo Nenuju Ngawi.
Di lokasi kejadian, berusaha belok kanan. Pada saat bersamaan, dari arah belakang meluncur korban yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Diduga mabuk, korban tak bisa menguasai kendaraan. Akibatnya, tabrakan tak bisa dihindari.
SIDOARJO - Ahmad Saifuddin (19), warga Pacet, Mojokerto, ditangkap polisi. Dia dituduh menggagahi Bunga (16), yang tak lain pacarnya sendiri. Ironisnya setelah merampas keperawanan siswi kelas II SMP itu, Ahmad langsung meninggalkannya.
Tidak terima diperlakukan seperti itu, dengan diantar keluarganya Bunga pun melapor ke Polsek Taman, Sidoarjo. Sedangkan kejadian berlangsung 16 Juni lalu di kamar kontrakan pelaku di kawasan Trosobo.
Kepada polisi Bunga menceritakan, kejadian pilu itu bermula ketika pria yang bekerja sebagai buruh pabrik itu berpura-pura sakit menghubunginya dan meminta datang ke kontrakannya. Bunga kemudian datang membawa sebungkus nasi karena pacarnya itu belum makan.
Namun, saat tiba di kontrakannya, pria yang berprofesi sebagai buruh pabril itu langsung mengunci pintu rumah dan menyuruh pacarnya masuk. Bukannya makan nasi yang dibawa, dia malah menelanjangi pacarnya. Bunga menolaknya mentah-mentah dan meronta melepaskan pegangan tangan pacarnya yang mencengkeram tubuhnya.
Karena tenaganya kalah, akhirnya dia tidak bisa berkutik. Saifudin memperlakukan pacarnya bak istrinya dalam berhubungan intim. Setelah melampiaskan nafsunya, tersangka lantas meninggalkan korban seorang diri.
Bunga kemudian kabur dari rumah kontrakan tersebut melalui pintu belakang.Tidak terima diperlakukan cabul oleh kekasihnya, dia melaporkan kejadian itu ke orang tuanya.
Sedianya orang tua Bunga berniat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Korban bersama orang tuanya menemui keluarga Saifudin dan waktu itu dia sanggup untuk menikahi Bunga.
Namun janji itu tidak ditepati pelaku. Tersangka malah kabur. Akhirnya, korban melaporkan kejadian ini ke polisi. Berbekal laporan itu, polisi menangkap tersangka di tempat kosnya yang baru di kawasan Trosobo.
Kapolsek Taman AKP Andi Yudianto mengatakan untuk sementara pihaknya masih menjerat tersangka dengan pasal pencabulan. “Kita masih mendalami apakah ada unsure pemerkosaan dalam kasus ini,” tandasnya, Senin (16/8/2010).(Abdul Rouf/Koran SI/ded)
Kekasih…
Suatu ketika aku akan wafat…
Menyandang bulu dan sayap laksana malaikat
Dan akan segera ku akhiri cerita
Saat sisa nafasku berhenti dibatas waktu…
Bila tiba saat kupergi…
Jangan ada derai air mata kedukaan
Karna ratapmu akan patahkan sayapku
Kepergiaanku menempuh puncak impian,
Ketika sang utusan merengkuh jiwa ini.
Hapuslah air matamu… Meski terus kau percikan duka atas kepergianku,
Aku tak akan pernah kembali,
Dan sungguh tak ingin kembali.
Biarlah jiwaku tenang berlalu…
Dalam dekapan hangat sayap malaikat
Merengguk anggur kebebasan semu
Diantara setumpuk timbangan perbuatanku
Aku berharap…
Jasad matiku kau balut dengan senyum
Benamkan kebalik tanah penuh ketulusan
Iringi kepergianku dengan doa
Mungkin itu akan meringankan bebanku
Biarlah pusara ini menjadi saksi…
Bahwa aku pernah mengembara melintasi lembah mimpi
Sekejap tersenyum merengguk manisnya dosa duniawi
Yang kini tinggal belulang membujur kaku ditengah sepi…
Akan kunanti dirimu didepan gerbang keabadian…
Mungkin dalam penantian ini…
Masih ada celah
Tuk wujudkan dahaga rindu ditelaga cinta...
Konsep manajemen waktu sebenarnya sederhana. Anda memilki sejumlah kegiatan untuk dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Tantangannya adalah mengelola pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut sedemikian rupa sehingga dapat selesai dengan kualitas yang maksimal dan stress yang minimal. Salah satu alat bantu yang dapat digunakan untuk mengelola waktu adalah penjadwalan.
Strategi Penjadwalan
Inti dari penjadwalan adalah kita membuat rencana pemanfaatan waktu. Memang hidup tidak dapat direncanakan rinci tiap detiknya karena begitu banyak hal yang diluar kendali kita. Akan tetapi dengan memilki perencanaan yang baik setidaknya Anda memiliki pola yang jelas untuk mengoptimalkan waktu dan mengurangi peluang anda terlupa untuk suatu aktivitas.
Menyusun jadwal juga memerlukan strategi supaya efektif. Berikut ini adalah strategi yang dapat kita pakai
1.Buat Daftar Kegiatan. Berikut ini adalh hal-hal yang dimasukkan dalam daftar kegiatan.
·Aktivitas rutin terjadwal. Yakni kegiatan-kegiatan yang rutin dan telah ditetapkan waktu pelaksanaannya. Umumnya kita tidak memilki wewenang mengubah waktu pelaksanaannya atau tenggat waktunya. Contohnya aktivitas ini adalah rapat mingguan dan laporan bulanan.
·Aktivitas rutin tidak terjadwal. Yakni kegiatan-kegiatan yang rutim dilakukan namun pelaksanaannya bisa diatur sendiri. Misalnya olahraga rutin atau berkumpul bersama teman-teman.
·Aktivitas insidentil terjadwal. Yakni kegiatan tidak rutin yang bisa jadi waktunya telah ditentukan jauh-jauh hari. Misalnya acara reuni SMA atau pertemuan keluarga. Umumnya aktivitas ini memilki karakteristik penting.
·Aktivitas insidentil tidak terjadwal. Yakni kegiatan rutin yang waktunya diberitahukan tiba-tiba. Misalnya saja rapat mendadak karena ada situasi harus segera ditangani. Umumnya aktivitas ini memilki karakteristik penting dan mendesak.
2.Tentukan Skala Prioritas. Untuk mengoptimumkan penggunaan waktu, kita perlu membuat skala prioritas dari stumpuk kegiatan yang harus kita lakukan. Setelah semua kegiatan didaftarkan, golongkan mereka berdasarkan skala prioritas kita. Misalnya anka 1 untuk kegiatan-kegiatan yang dianggap paling penting. Angka 2 untuk kegiatan yang tidak begitu penting dan seterusnya. Suatu kegiatan memilki prioritas tinggi bila:
·Pihak lain bergantung pada hasil kegiatan tersebut.
·Tidak dapat diwakilkan.
·Tidak dapat dijadwal ulang.
·Akan berdampak buruk jika tidak dilakukan.
·Kesempatan untuk melakukannya sangat langka.
3.Perkirakan Waktu untuk Tiap Kegiatan. Waktu yang kita butuhkan untuk setiap kegiatan dapat diperkirakan dari pengalaman-pengalaman kita sebelumnya. Hanya saja untuk setiap aktivitas kita patut bertanya :
·Apakah pengerjaannya selama ini sudah efisien?
·Apakah kita dapat mengerjakannya dengan cepat?
·Apa yang dapat kita lakukan untuk dapat mengoptimalkan aktivitas itu?
Untuk kegiatan-kegiatan tertentu yang belum pernah kita kerjakan, ada baiknya kita memberikan waktu tambahan. Jadi, kalau kita memperkirakan tugas tersebut bisa selesai dalam waktu 2 jam, kita dapat menambahnya setengah jam. Hal ini dapat dipertimbangkan karena memang ada hal-hal tertentu yang memilki tingkat kerumitan tinggi atau berhubungan dengan orang lain.
Selain itu kita juga harus realistis dalam memperkirakan waktu pengerjaan. Misalnya saja, rasanya sangat tidak realistis bila anda hanya mealokasikan waktu 15 menit untuk menyusun sebuah proposal yang Anda sendiri belum yakin isinya apa.
4.Alokasikan Waktu. Kegiatan-kegiatan terjadwal tidak bisa kita kendalikan kapan waktu pelaksanaannya. Tetapi kegiatan-kegiatan tidak terjadwal dapat kita selipkan di antara apa yang sudah terjadwal. Sebisa mungkin pilih waktu pelaksanaan yang efektif. Misalnya, untuk pengerjaan sesuatu yang memerlukan konsentrasi tinggi, pilih saat di mana pikiran masih dalam kondisi segar.
5.Evaluasi Penerapan Jadwal. Setelah seminggu berjalan, amati apakah semua aktivitas dapat dilakukan dengan baik? Bila masih banyak tanggung jawab terlalaikan dan banyak waktu terbuang, maka ada kemungkinan jadwal yang kita buat belum efektif. Lakukan revisi yang diperlukan misalnya dengan mengurangi kegiatan dan mempertimbangkan pendelegasian tugas.
Belajar Bilang Tidak. Terkadang untuk mendapatkan kesan positif, kita merasa segan untuk menolak permintaan rekan kerja, terutama atasan. Akan tetapi, kita juga perlu mengetahui batas kemampuan. Bila merasa beban kerja terlalu banyak hingga tidak mungkin memberi hasil yang baik, sebaiknya sampaikan fakta tersebut secara elegan. Anda tidak harus menolak tanggung jawab tersebut, namun Anda bisa saja meminta waktu pengerjaan ekstra atau menawarkan pendelegasian tugas tersebut pada orang lain sembari mengajukan alasan yang logis dan berdasarkan fakta.
Dikutip dari : “Sukses dengan Soft Skills”, Direktorat Pendidikan Institut Teknologi Bandung. Tips Manajemen Waktu
Jangan Menangguhkan. Lakukan saat ini juga. Cara mencegah penundaan adalah deadline waktu untuk tujuan yang harus di capai.
Lacak Aktivitas Anda. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih membangun atau tindakan yang efisiean. Kurangi waktu yang Anda gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak mengahasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak penting.
Berkonsentrasi Pada Hasil. Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit prioritas 'utama' secara teratur, Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.
Ingat Prisip 80/20. 20% aktivitas Anda akan memberi Anda 80% dalam bentuk hasil. Tujuan Anda adalah mengubah ini untuk memastikan kalau Anda berkonsentrasi sebanyak usaha yang mungkin Anda lakukan untuk hasil tertinggi dari tujuan.
Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana. Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif?
Merespon Dengan Cepat. Ketika memungkinkan, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan biarkan komputer, meja dan pikiran Anda jadi bertumpuk dengan hal yang tak berguna.
Bersikap Tegas. Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.
Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai. Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai.
Di balik hingar-bingar kota Madiun, terdapat salah satu perkumpulan anak muda yang tergabung dalam Komunitas PANJALU ( Pengamen Jalanan Alun-Alun ) di Madiun. Dalam Komunitas ini terdapat anak-anak muda berbakat dan berjiwa seni tinggi. Bukan hanya dalam musik, mereka juga ada yang bisa membuat celoteh ringan, drama dan puisi yang mengkitik ke arah politik. Entah itu di tujukan kepada Pemerintah daerah Kota Madiun atau untuk Pemerintahan Pusat.
Banyak yang menganggap anak-anak ini hanyalah gelandangan atau para pengamen yang hanya meresahkan para pengunjung di Alun-alun Madiun. Untuk itu, Komunitas ini mencoba untuk membuktikan diri kalau mereka bukanlah sampah masyarakat yang hanya meresahkan. " Kami bukan preman, bro..!! kami musisi jalanan yang mencoba mencari makan di sini, dan kami mencoba menghibur...kalau gak ngasih juga gak apa-apa..cuma kami ingin di hargai saja !! " Ujar Army Sancoyo Kuntoro salah satu Pentolan PANJALU ini.
Langkah pertama untuk membuktikan diri, Para PANJALU mencoba untuk bergabung dengan WAKORA ( Wahana Komunikasi Rakyat ) dengan bimbingan Bapak Budi Santosa. PANJALU Mencoba untuk mengikuti segala kegiatan positif dan sosial untuk masyarakat yang di adakan WKR tersebut.
Anggota PANJALU bukan terdiri dari golongan anak jalanan biasa. Mereka sebenarnya adalah anak-anak orang mampu yang mencari jati diri. Salah satu pengunjung alun-alun pun mengomentari anak-anak panjalu " Mas, Pengamen kok Hpnya bagus..?? Punya Laptop...Trus Punya motor bagus-bagus lagi...tuh lihat malah ada yang punya SATRIA FU...?? " Jawab salah satu Anak Panjalu Pun singkat " Biasa Mbak, Makanya jangan suka Anggap rendah Pengamen Alun-Alun sini "
Inilah Potret Kehidupan di Kota Madiun yang tercinta. Sebagai salah satu Anggota Panjalu, saya menulis ini agar masyarakat tahu bahwa Panjalu bukanlah sampah, Panjalu bukanlah Gelandangan, Kami berekspresi diri, Kami mencari Jati Diri, dan Kami bukan hanya Pengamen Biasa. Kami pun sanggup menjadi kader-kader untuk kota Madiun tecinta ini. (Ullat Bullu )
[ Jum'at, 13 Agustus 2010 ]
Polres Banyumas Temukan Pasangan Bugil di Warnet
PURWOKERTO - Setidaknya dua pasangan pemuda ditangkap dalam Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan Polr...es Banyumas di warung-warung penyedia jasa internet kemarin (12/8). Petugas Satreskrim Polres Banyumas yang dipimpin Iptu Malvino menemukan sepasang kekasih sedang berciuman dan sepasang lagi bertelanjang bulat di bilik warnet.
Pasangan yang tepergok berciuman di bilik Richie.net itu adalah Mt dan IN, siswa salah satu SMA negeri ternama di Purwokerto. Sedangkan pasangan yang tepergok bertelanjang bulat di salah satu bilik di lantai 2 Leon.net adalah Ir, 18, siswa sebuah SMK swasta, dan perempuan pengangguran berusia 22 tahun berinisial Tr.
Selanin empat pemuda tersebut, polisi menyita dua CPU di Richie.net, satu CPU di sovia.net, dan satu CPU di Leon.Net. ''Di CPU tersebut ditemukan banyak sekali video porno yang memang disediakan pengelolanya. Pengguna warnet tinggal menonton video tersebut. Kami sita CPU tersebut dan kami periksa pengelolanya,'' ujar Kasatreskrim Polres Banyumas AKP Zaenal Arifin malalui Kepala Unit II Satuan Reserse dan Kriminal Polres Banyumas Iptu Malvino kemarin.
Penggerebekan kemarin kali pertama dilakukan di Richie.net di sebelah Lapangan Grendeng, Purwokerto Utara. ''Kami menemukan sepasang pelajar lagi berciuman di bilik. Kami langsung data mereka untuk pembinaan lebih lanjut,'' ujar Malvino.
Saat polisi mengecek data di CPU sepasang kekasih itu, ditemukan film porno di berbagai folder yang diunduh pengelola. ''Jadi, pengguna bukan membuka situs porno. Mereka hanya membuka video porno yang disimpan di folder khusus. Ini yang akan diproses lebih lanjut,'' kata Malvino.
Razia lalu dilanjutkan ke Sovia.net di Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara. Di tempat itu, polisi menemukan file video porno yang disediakan pengelola dan menyita satu CPU.
Dari Sovia.net, polisi menyisir Leon.net di Jalan HR Bunyamin, Purwokerto Utara. Tiba-tiba, ada suara gaduh di lantai 2 Leon.net. Beberapa orang berteriak.
Rupanya, aparat menemukan sepasang kekasih berduaan dalam keadaan telanjang bulat di salah satu bilik lesehan yang hanya beralas sebuah tempat duduk dari busa. Polisi langsung meminta sepasang kekasih itu memakai baju dan celana.
''Kepriwe kiye,'' kata si perempuan kelahiran 1988 itu kepada si lelaki. ''Tenang bae, dipakai aja bajunya. Kita ikut Pak Polisi,'' ujar si lelaki, yang ternyata berstatus pelajar salah satu SMK swasta. (ttg/jpnn/c3/soe)http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=150078
“Apabila hati terikat dengan Allah, kembalilah wanita dengan asal fitrah kejadiannya, menyejukkan hati dan menjadi perhiasan kepada dunia – si gadis dengan sifat sopan dan malu, anak yang taat kepada ibu bapa, isteri yang menyerahkan kasih sayang, kesetiaan dan ketaatan hanya pada suami.”
Bait-bait kata itu aku tatapi dalam-dalam. Penuh penghayatan. Kata-kata yang dinukilkan dalam sebuah majalah yang ku baca. Alangkah indahnya jika aku bisa menjadi perhiasan dunia seperti yang dikatakan itu. Ku bulatkan tekad di hatiku. Aku ingin menjadi seorang gadis yang sopan, anak yang taat kepada ibu bapaku dan aku jua ingin menjadi seorang isteri yang menyerahkan kasih sayang, kesetiaan dan ketaatan hanya untuk suami, kerana Allah.
Menjadi seorang isteri….kepada insan yang disayangi…..idaman setiap wanita. Alhamdulillah, kesyukuran aku panjatkan ke hadrat Ilahi atas nikmat yang dikurniakan kepadaku.
Baru petang tadi, aku sah menjadi seorang isteri setelah mengikat tali pertunangan 6 bulan yang lalu. Suamiku, Muhammad Harris, alhamdulillah menepati ciri-ciri seorang muslim yang baik. Aku berazam untuk menjadi isteri yang sebaik mungkin kepadanya.
“Assalamualaikum,” satu suara menyapa pendengaranku membuatkan aku gugup seketika.
“Waalaikumusalam,” jawabku sepatah. Serentak dengan itu, ku lontarkan satu senyuman paling ikhlas dan paling manis untuk suamiku. Dengan perlahan dia melangkah menghampiriku.
“Ain buat apa dalam bilik ni? Puas abang cari Ain dekat luar tadi. Rupanya kat sini buah hati abang ni bersembunyi.”
Aku tersenyum mendengar bicaranya. Terasa panas pipiku ini. Inilah kali pertama aku mendengar ucapan ‘abang’ dari bibirnya.
Dan itulah juga pertama kali dia membahasakan diriku ini sebagai ‘buah hati’ nya. Aku sungguh senang mendengar ucapan itu. Perlahan-lahan ku dongakkan wajahku dan aku memberanikan diri menatap pandangan matanya.
Betapa murninya sinaran cinta yang terpancar dari matanya, betapa indahnya senyumannya, dan betapa bermaknanya renungannya itu. Aku tenggelam dalam renungannya, seolah-olah hanya kami berdua di dunia ini.
Seketika aku tersedar kembali ke alam nyata. “Ain baru je masuk. Nak mandi. Lagipun dah masuk Maghrib kan?” ujarku.
“Ha’ah dah maghrib. Ain mandi dulu. Nanti abang mandi dan kita solat Maghrib sama-sama ye?” Dia tersenyum lagi. Senyum yang menggugah hati kewanitaanku. Alangkah beruntungnya aku memilikimu, suamiku.
Selesai solat Maghrib dan berdoa, dia berpusing mengadapku. Dengan penuh kasih, ku salami dan ku cium tangannya, lama.
Aku ingin dia tahu betapa dalam kasih ini hanya untuknya. Dan aku dapat merasai tangannya yang gagah itu mengusap kepalaku dengan lembut. Dengan perlahan aku menatap wajahnya.
“Abang…..” aku terdiam seketika. Terasa segan menyebut kalimah itu di hadapannya. Tangan kami masih lagi saling berpautan. Seakan tidak mahu dilepaskan. Erat terasa genggamannya.
“Ya sayang…” Ahhh….bicaranya biarpun satu kalimah, amat menyentuh perasaanku.
“Abang… terima kasih atas kesudian abang memilih Ain sebagai isteri biarpun banyak kelemahan Ain. Ain insan yang lemah, masih perlu banyak tunjuk ajar dari abang. Ain harap abang sudi pandu Ain. Sama-sama kita melangkah hidup baru, menuju keredhaan Allah.” Tutur bicaraku ku susun satu persatu.
“Ain, sepatutnya abang yang harus berterima kasih kerana Ain sudi terima abang dalam hidup Ain. Abang sayangkan Ain. Abang juga makhluk yang lemah, banyak kekurangan. Abang harap Ain boleh terima abang seadanya. Kita sama-sama lalui hidup baru demi redhaNya.”
“Insya Allah abang….Ain sayangkan abang.”
“Abang juga sayangkan Ain. Sayang sepenuh hati abang.”
Dengan telekung yang masih tersarung, aku tenggelam dalam pelukan suamiku.
Hari-hari yang mendatang aku lalui dengan penuh kesyukuran. Suamiku, ternyata seorang yang cukup penyayang dan penyabar. Sebagai wanita aku tidak dapat lari daripada rajuk dan tangis.
Setiap kali aku merajuk apabila dia pulang lewat, dia dengan penuh mesra memujukku, membelaiku. Membuatku rasa bersalah. Tak wajar ku sambut kepulangannya dengan wajah yang mencuka dan dengan tangisan.
Bukankah aku ingin menjadi perhiasan yang menyejukkan hati suami? Sedangkan Khadijah dulu juga selalu ditinggalkan Rasulullah untuk berkhalwat di Gua Hira’.
Lalu, ku cium tangannya, ku pohon ampun dan maaf. Ku hadiahkan senyuman untuknya. Katanya senyumku bila aku lepas menangis, cantik!
Ahhh….dia pandai mengambil hatiku. Aku semakin sayang padanya. Nampaknya hatiku masih belum sepenuhnya terikat dengan Allah. Lantaran itulah aku masih belum mampu menyerahkan seluruh kasih sayang, kesetiaan dan ketaatan hanya untuk suami.
“Isteri yang paling baik ialah apabila kamu memandangnya, kamu merasa senang, apabila kamu menyuruh, dia taat dan apabila kamu berpergian, dia menjaga maruahnya dan hartamu.”
Aku teringat akan potongan hadis itu. Aku ingin merebut gelaran isteri solehah. Aku ingin segala yang menyenangkan buat suamiku. Tuturku ku lapis dengan sebaik mungkin agar tidak tercalar hatinya dengan perkataanku. Ku hiaskan wajahku hanya untuk tatapannya semata-mata.
Makan minumnya ku jaga dengan sempurna. Biarpun aku jua sibuk lantaran aku juga berkerjaya. Pernah sekali, aku mengalirkan air mata lantaran aku terlalu penat menguruskan rumah tangga apabila kembali dari kerja. Segalanya perlu aku uruskan. Aku terasa seperti dia tidak memahami kepenatanku sedangkan kami sama-sama memerah keringat mencari rezeki.
Namun, aku teringat akan kisah Siti Fatimah, puteri Rasulullah yang menangis kerana terlalu penat menguruskan rumah tangga.
Aku teringat akan besarnya pahala seorang isteri yang menyiapkan segala keperluan suaminya. Hatiku menjadi sejuk sendiri.
Ya Allah, aku lakukan segala ini ikhlas keranaMu. Aku ingin mengejar redha suamiku demi untuk mengejar redhaMu. Berilah aku kekuatan, Ya Allah.
“Ain baik, cantik. Abang sayang Ain.” Ungkapan itu tidak lekang dari bibirnya. Membuatkan aku terasa benar-benar dihargai. Tidak sia-sia pengorbananku selama ini. Betapa bahagianya menjadi isteri yang solehah.
Kehidupan yang ku lalui benar-benar bermakna, apatah lagi dengan kehadiran 2 orang putera dan seorang puteri. Kehadiran mereka melengkapkan kebahagiaanku.
Kami gembira dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang dikurniakan kepada kami.
Namun, pada suatu hari, aku telah dikejutkan dengan permintaannya yang tidak terduga.
“Ain…..abang ada sesuatu nak cakap dengan Ain.”
“Apa dia abang?” tanyaku kembali. Aku menatap wajahnya dengan penuh kasih. “Ain isteri yang baik. Abang cukup bahagia dengan Ain. Abang bertuah punya Ain sebagai isteri,” bicaranya terhenti setakat itu. Aku tersenyum. Namun benakku dihinggap persoalan. Takkan hanya itu?
“Abang ada masalah ke?” Aku cuba meneka.
“Tidak Ain. Sebenarnya……,” bicaranya terhenti lagi. Menambah kehairanan dan mencambahkan kerisauan di hatiku. Entah apa yang ingin diucapkannya.
“Ain……abang…..abang nak minta izin Ain……untuk berkahwin lagi,” ujarnya perlahan namun sudah cukup untuk membuat aku tersentak. Seketika aku kehilangan kata.
“A…..Abang…..nak kahwin lagi?” aku seakan tidak percaya mendengar permintaannya itu. Ku sangka dia telah cukup bahagia dengannku. Aku sangka aku telah memberikan seluruh kegembiraan padanya. Aku sangka hatinya telah dipenuhi dengan limpahan kasih sayangku seorang.
Rupanya aku silap. Kasihku masih kurang. Hatinya masih punya ruang untuk insan selain aku.
Tanpa bicara, dia mengangguk. “Dengan siapa abang?” Aku bertanya. Aku tidak tahu dari mana datang kekuatan untuk tidak mengalirkan air mata. Tapi….hatiku… hanya Allah yang tahu betapa azab dan pedih hati ini.
“Faizah. Ain kenal dia, kan?”
Ya, aku kenal dengan insan yang bernama Faizah itu. Juniorku di universiti. Rakan satu jemaah. Suamiku aktif dalam jemaah dan aku tahu Faizah juga aktif berjemaah.
Orangnya aku kenali baik budi pekerti, sopan tingkah laku, indah tutur kata dan ayu paras rupa. Tidakku sangka, dalam diam suamiku menaruh hati pada Faizah.
“A….Abang……Apa salah Ain abang?” nada suaraku mula bergetar. Aku cuba menahan air mataku daripada gugur. Aku menatap wajah Abang Harris sedalam-dalamnya. Aku cuba mencari masih adakah cintanya untukku.
“Ain tak salah apa-apa sayang. Ain baik. Cukup baik. Abang sayang pada Ain.”
“Tapi….Faizah. Abang juga sayang pada Faizah….bermakna…..sayang abang tidak sepenuh hati untuk Ain lagi.”
“Ain…..sayang abang pada Ain tidak berubah. Ain cinta pertama abang. Abang rasa ini jalan terbaik. Tugasan dalam jemaah memerlukan abang banyak berurusan dengan Faizah….Abang tak mahu wujud fitnah antara kami.”
“Lagipun….abang lelaki Ain. Abang berhak untuk berkahwin lebih dari satu.”
Bicara itu kurasakan amat tajam, mencalar hatiku. Merobek jiwa ragaku. Aku mengasihinya sepenuh hatiku. Ketaatanku padanya tidak pernah luntur. Kasih sayangku padanya tidak pernah pudar. Aku telah cuba memberikan layanan yang terbaik untuknya. Tapi inikah hadiahnya untukku?
Sesungguhnya aku tidak menolak hukum Tuhan. Aku tahu dia berhak. Namun, alangkah pedihnya hatiku ini mendengar ucapan itu terbit dari bibirnya. Bibir insan yang amat ku kasihi.
Malam itu, tidurku berendam air mata. Dalam kesayuan, aku memandang wajah Abang Harris penuh kasih. Nyenyak sekali tidurnya.
Sesekali terdetik dalam hatiku, bagaimana dia mampu melelapkan mata semudah itu setelah hatiku ini digurisnya dengan sembilu.
Tidak fahamkah dia derita hati ini? Tak cukupkah selama ini pengorbananku untuknya? Alangkah peritnya menahan kepedihan ini. Alangkah pedihnya!
Selama seminggu, aku menjadi pendiam apabila bersama dengannya. Bukan aku sengaja tetapi aku tidak mampu membohongi hatiku sendiri. Tugasku sebagai seorang isteri aku laksanakan sebaik mungkin, tapi aku merasakan segalanya tawar. Aku melaksanakannya tidak sepenuh hati.
Oh Tuhan…..ampuni daku. Aku sayang suamiku, tapi aku terluka dengan permintaannya itu.
Apabila bertembung dua kehendak, kehendak mana yang harus dituruti. Kehendak diri sendiri atau kehendak Dia ?
Pastinya kehendak Dia. Apa lagi yang aku ragukan? Pasti ada hikmah Allah yang tersembunyi di sebalik ujian yang Dia turunkan buatku ini. Aku berasa amat serba-salah berada dalam keadaan demikian.
Aku rindukan suasana yang dulu. Riang bergurau senda dengan suamiku. Kini, aku hanya terhibur dengan keletah anak-anak.
Senyumku untuk Abang Harris telah tawar, tidak berperisa. Yang nyata, aku tidak mampu bertentang mata dengannya lagi. Aku benar-benar terluka.
Namun, Abang Harris masih seperti dulu. Tidak jemu dia memelukku setelah pulang dari kerja walau sambutan hambar. Tidak jemu dia mencuri pandang merenung wajahku walau aku selalu melarikan pandangan dari anak matanya.
Tidak jemu ucapan kasihnya untukku. Aku keliru. Benar-benar keliru. Adakah Abang Harris benar-benar tidak berubah sayangnya padaku atau dia hanya sekadar ingin mengambil hatiku untuk membolehkan dia berkahwin lagi?
“Oh Tuhan…berilah aku petunjukMu.” Dalam kegelapan malam, aku bangkit sujud menyembahNya, mohon petunjuk dariNya. Aku mengkoreksi kembali matlamat hidupku.
Untuk apa segala pengorbananku selama ini untuk suamiku? Untuk mengejar cintanya atau untuk mengejar redha Allah?
Ya Allah, seandainya ujian ini Engkau timpakan ke atas ku untuk menguji keimananku, aku rela Ya Allah. Aku rela.
Biarlah… Bukan cinta manusia yang ku kejar. Aku hanya mengejar cinta Allah. Cinta manusia hanya pemangkin. Bukankah aku telah berazam, aku inginkan segala yang menyenangkan buat suamiku?
Dengan hati yang tercalar seguris luka, aku mengizinkan Abang Harris berkahwin lagi. Dan, demi untuk mendidik hati ini, aku sendiri yang menyampaikan hasrat Abang Harris itu kepada Faizah.
Suamiku pada mulanya agak terkejut apabila aku menawarkan diri untuk merisik Faizah.
“Ain?……Ain serius?”
“Ya abang. Ain sendiri akan cakap pada Faizah. Ain lakukan ini semua atas kerelaan hati Ain sendiri. Abang jangan risau…Ain jujur terhadap abang. Ain tak akan khianati abang. Ain hanya mahu lihat abang bahagia,” ujarku dengan senyuman tawar. Aku masih perlu masa untuk mengubat luka ini. Dan inilah satu caranya. Ibarat menyapu ubat luka. Pedih, tetapi cepat sembuhnya.
Aku mengumpul kekuatan untuk menjemput Faizah datang ke rumahku. Waktu itu, suamiku tiada di rumah dan dia telah memberi keizinan untuk menerima kedatangan Faizah. Faizah dengan segala senang hati menerima undanganku.
Sememangnya aku bukanlah asing baginya. Malah dia juga mesra dengan anak-anakku.
“Izah……akak jemput Izah ke mari sebab ada hal yang akak nak
cakapkan,” setelah aku merasakan cukup kuat, aku memulakan bicara.
“Abang Harris ada pernah cakap apa-apa pada Faizah?”
“Maksud Kak Ain, Ustaz Harris?” Ada nada kehairanan pada suaranya. Sememangnya kami memanggil rakan satu jemaah dengan panggilan Ustaz dan Uztazah. Aku hanya mengangguk.
“Pernah dia cakap dia sukakan Izah?”
“Sukakan Izah? Isyyy….tak mungkinlah Kak Ain. Izah kenal Ustaz Harris. Dia kan amat sayangkan akak. Takkanlah dia nak sukakan saya pula. Kenapa Kak Ain tanya macam tu? Kak Ain ada dengar cerita dari orang ke ni?”
“Tidak Izah. Tiada siapa yang membawa cerita…….” Aku terdiam seketika. “Izah, kalau Kak Ain cakap dia sukakan Izah dan nak ambil Izah jadi isterinya, Izah suka?” Dengan amat berat hati, aku tuturkan
kalimah itu.
“Kak Ain!” jelas riak kejutan terpapar di wajahnya. “Apa yang Kak Ain cakap ni? Jangan bergurau hal sebegini Kak Ain,” kata Faizah seakan tidak percaya. Mungkin kerana aku sendiri yang menutur ayat itu. Isteri kepada Muhammad Harris sendiri merisik calon isteri kedua suaminya.
“Tidak Izah. Akak tak bergurau……Izah sudi jadi saudara Kak Ain?” ujarku lagi. Air mataku seolah ingin mengalir tapi tetap aku tahan. Faizah memandang tepat ke wajahku.
“Kak Ain. Soal ini bukan kecil Kak Ain. Kak Ain pastikah yang……Ustaz Harris…..mahu… melamar saya?”
Dari nada suaranya, aku tahu Faizah jelas tidak tahu apa-apa. Faizah gadis yang baik. Aku yakin dia tidak pernah menduga suamiku akan membuat permintaan seperti ini. Lantas, aku menceritakan kepada Faizah akan hasrat suamiku.
Demi untuk memudahkan urusan jemaah, untuk mengelakkan fitnah. Faizah termenung mendengar penjelasanku.
“Kak Ain…..saya tidak tahu bagaimana Kak Ain boleh hadapi semuanya ini dengan tabah. Saya kagum dengan semangat Kak Ain. Saya minta maaf kak. Saya tak tahu ini akan berlaku. Saya tak pernah menyangka saya menjadi punca hati Kak Ain terluka,” ujarnya sebak. Matanya ku lihat berkaca-kaca.
“Izah…Kak Ain tahu kamu tak salah. Kak Ain juga tak salahkan Abang
Harris. Mungkin dia fikir ini jalan terbaik. Dan akak tahu, dia berhak dan mampu untuk melaksanakannya. Mungkin ini ujian untuk menguji keimanan Kak Ain.”
“Kak…maafkan Izah.” Dengan deraian air mata, Faizah meraihku ke dalam elukannya. Aku juga tidak mampu menahan sebak lagi. Air mataku terhambur jua. Hati wanita. Biarpun bukan dia yang menerima kepedihan ini, tetapi tersentuh jua hatinya dengan kelukaan yang ku alami. Memang hanya wanita yang memahami hati wanita yang lain.
“Jadi…Izah setuju?” Soalku apabila tangisan kami telah reda.
“Kak Ain….ini semua kejutan buat Izah. Izah tak tahu nak cakap. Izah tak mahu lukakan hati Kak Ain.”
“Soal Kak Ain….Izah jangan risau, hati Kak Ain…Insya Allah tahulah akak mendidiknya. Yang penting akak mahu Abang Harris bahagia. Dan akak sebenarnya gembira kerana Faizah pilihannya. Bukannya gadis lain yang akak tak tahu hati budinya. Insya Allah Izah. Sepanjang Kak Ain mengenali Abang Harris dan sepanjang akak hidup sebumbung dengannya, dia seorang yang baik, seorang suami yang soleh, penyayang dan penyabar. Selama ini akak gembira dengan dia. Dia seorang calon yang baik buat Izah. `’
“Akak…..Izah terharu dengan kebaikan hati akak. Tapi bagi Izah masa dan Izah perlu tanya ibu bapa Izah dulu.”
“Seeloknya begitulah. Kalau Izah setuju, Kak Ain akan cuba cakap pada ibu bapa Izah.”
Pertemuan kami petang itu berakhir. Aku berasa puas kerana telah menyampaikan hasrat suamiku. `Ya Allah…..inilah pengorbananku untuk membahagiakan suamiku. Aku lakukan ini hanya semata-mata demi redhaMu.’
Pada mulanya, keluarga Faizah agak keberatan untuk membenarkan Faizah menjadi isteri kedua Abang Harris. Mereka khuatir Faizah akan terabai dan bimbang jika dikata anak gadis mereka merampas suami orang.
Namun, aku yakinkan mereka akan kemampuan suamiku. Alhamdulillah, keluarga Faizah juga adalah keluarga yang menitikberatkan ajaran agama. Akhirnya, majlis pertunangan antara suamiku dan Faizah diadakan jua.
“Ain…..abang minta maaf sayang,” ujar suamiku pada suatu hari,
beberapa minggu sebelum tarikh pernikahannya dengan Faizah.
“Kenapa?”
“Abang rasa serba salah. Abang tahu abang telah lukakan hati Ain. Tapi….Ain sedikit pun tidak marahkan abang. Ain terima segalanya demi untuk abang. Abang terharu. Abang….malu dengan Ain.”
“Abang….syurga seorang isteri itu terletak di bawah tapak kaki suaminya. Redha abang pada Ain Insya Allah, menjanjikan redha Allah pada Ain. Itu yang Ain cari abang. Ain sayangkan abang. Ain mahu abang gembira. Ain anggap ini semua ujian Allah abang. `’
“Ain….Insya Allah abang tak akan sia-siakan pengorbanan Ain ini.
Abang bangga sayang. Abang bangga punya isteri seperti Ain. Ain adalah cinta abang selamanya. Abang cintakan Ain.”
“Tapi…abang harus ingat. Tanggungjawab abang akan jadi semakin berat. Abang ada dua amanah yang perlu dijaga. Ain harap abang dapat laksanakan tanggungjawab abang sebaik mungkin.”
“Insya Allah abang akan cuba berlaku seadilnya.” Dengan lembut dia mengucup dahiku. Masih hangat seperti dulu. Aku tahu kasihnya padaku tidak pernah luntur. Aku terasa air jernih yang hangat mula membasahi pipiku. Cukuplah aku tahu, dia masih sayangkan aku seperti dulu walaupun masanya bersamaku nanti akan terbatas.
Pada hari pertama pernikahan mereka, aku menjadi lemah. Tidak bermaya. Aku tiada daya untuk bergembira. Hari itu sememangnya amat perit bagiku walau aku telah bersedia untuk menghadapinya.
Malam pertama mereka disahkan sebagai suami isteri adalah malam pertama aku ditinggalkan sendirian menganyam sepi. Aku sungguh sedih. Maha hebat gelora perasaan yang ku alami. Aku tidak mampu lena walau sepicing pun. Hatiku melayang terkenangkan Abang Harris dan Faizah. Pasti mereka berdua bahagia menjadi pengantin baru.
Bahagia melayari kehidupan bersama, sedangkan aku ? Berendam air mata mengubat rasa kesepian ini. Alhamdulillah. Aku punya anak-anak. Merekalah teman
bermainku.
Seminggu selepas itu, barulah Abang Harris pulang ke rumah. Aku memelukknya seakan tidak mahu ku lepaskan. Seminggu berjauhan, terasa seperti setahun. Alangkah rindunya hati ini. Sekali lagi air mata ku rembeskan tanpa dapat ditahan.
“Kenapa sayang abang menangis ni? Tak suka abang balik ke?” ujarnya lembut.
“Ain rindu abang. Rindu sangat.” Tangisku makin menjadi-jadi. Aku mengeratkan pelukanku. Dan dia juga membalas dengan penuh kehangatan.
“Abang pun rindu Ain. Abang rindu senyuman Ain. Boleh Ain senyum pada abang?” Lembut tangannya memegang daguku dan mengangkat wajahku.
“Abang ada teman baru. Mungkinkah abang masih rindu pada Ain?” Aku menduga keikhlasan bicaranya.
“Teman baru tidak mungkin sama dengan yang lama. Kan abang dah kata, sayang abang pada Ain masih seperti dulu. Tidak pernah berubah, malah semakin sayang. Seminggu abang berjauhan dari Ain, tentulah abang rindu. Rindu pada senyuman Ain, suara Ain, masakan Ain, sentuhan Ain. Semuanya itu tiada di tempat lain, hanya pada Ain saja. Senyumlah sayang, untuk abang.”
Aku mengukir senyum penuh ikhlas. Aku yakin dengan kata-katanya. Aku tahu sayangnya masih utuh buatku.
Kini, genap sebulan Faizah menjadi maduku. Aku melayannya seperti adik sendiri. Hubungan kami yang dulunya baik bertambah mesra. Apa tidaknya, kami berkongsi sesuatu yang amat dekat di hati.
Dan, Faizah, menyedari dirinya adalah orang baru dalam keluarga, sentiasa berlapang dada menerima teguranku. Katanya, aku lebih mengenali Abang Harris dan dia tidak perlu bersusah payah untuk cuba mengorek sendiri apa yang disukai dan apa yang tidak disukai oleh Abang Harris. Aku, sebagai kakak, juga sentiasa berpesan kepada Faizah supaya sentiasa menghormati dan menjaga hati Abang Harris. Aku bersyukur, Faizah tidak pernah mengongkong suamiku. Giliran kami dihormatinya.
Walaupun kini masa untuk aku bersama dengan suamiku terbatas, tetapi aku dapat merasakan kebahagiaan yang semakin bertambah apabila kami bersama. Benarlah, perpisahan sementara menjadikan kami semakin rindu. Waktu bersama, kami manfaatkan sebaiknya. Alhamdulillah, suamiku tidak pernah mengabaikan aku dan Faizah. Aku tidak merasa kurang daripada kasih sayangnya malah aku merasakan sayangnya padaku bertambah. Kepulangannya kini sentiasa bersama sekurang-kurangnya sekuntum mawar merah. Dia menjadi semakin penyayang, semakin romantik. Aku rasa aku harus berterima kasih pada Faizah kerana kata suamiku, Faizahlah yang selalu mengingatkannya supaya jangan mensia-akan kasih sayangku padanya.
Memang aku tidak dapat menafikan, adakalanya aku digigit rindu apabila dia pulang untuk bersama-sama dengan Faizah. Rindu itu, aku ubati dengan zikrullah. Aku gunakan kesempatan ketiadaannya di rumah dengan menghabiskan masa bersama Kekasih Yang Agung. Aku habiskan masaku dengan mengalunkan ayat-ayatNya sebanyak mungkin. Sedikit demi sedikit kesedihan yang ku alami mula pudar. Ia diganti dengan rasa ketenangan. Aku tenang beribadat kepadaNya. Terasa diriku ini lebih hampir dengan Maha Pencipta.
Soal anak-anak, aku tidak mempunyai masalah kerana sememangnya aku mempunyai pembantu rumah setelah aku melahirkan anak kedua. Cuma, sewaktu mula-mula dulu, mereka kerap juga bertanya kemana abah mereka pergi, tak pulang ke rumah. Aku terangkan secara baik dengan mereka. Mereka punyai ibu baru. Makcik Faizah. Abah perlu temankan Makcik Faizah seperti abah temankan mama. Anak-anakku suka bila mengetahui Faizah juga menjadi ‘ibu’ mereka. Kata mereka, Makcik Izah baik. Mereka suka ada dua ibu. Lebih dari orang lain. Ahhh…anak-anak kecil. Apa yang kita terapkan itulah yang mereka terima. Aku tidak pernah menunjukkan riak kesedihan bila mereka bertanya tentang Faizah. Bagiku Faizah seperti adikku sendiri.
Kadang-kadang, bila memikirkan suamiku menyayangi seorang perempuan lain selain aku, memang aku rasa cemburu, rasa terluka. Aku cemburu mengingatkan belaian kasihnya itu dilimpahkan kepada orang lain. Aku terluka kerana di hatinya ada orang lain yang menjadi penghuni. Aisyah, isteri Rasulullah jua cemburukan Khadijah, insan yang telah tiada. Inikan pula aku, manusia biasa. Tapi….. ku kikis segala perasaan itu. Cemburu itukan fitrah wanita, tanda sayangkan suami.
Tetapi cemburu itu tidak harus dilayan. Kelak hati sendiri yang merana. Bagiku, kasih dan redha suami padaku itu yang penting, bukan kasihnya pada orang lain. Selagi aku tahu, kasihnya masih utuh buatku, aku sudah cukup bahagia. Dan aku yakin, ketaatan, kesetiaan dan kasih sayang yang tidak berbelah bahagi kepadanya itulah kunci kasihnya kepadaku. Aku ingin nafasku terhenti dalam keadaan redhanya padaku, supaya nanti Allah jua meredhai aku. Kerana sabda Rasulullah s.a.w
“Mana-mana wanita (isteri) yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya meredhainya, maka ia akan masuk ke dalam syurga.” (Riwayat-Tirmizi, al-Hakim dan Ibnu Majah).
Sungguh bukan mudah aku melalui semuanya itu. Saban hari aku berperang dengan perasaan. Perasaan sayang, luka, marah, geram, cemburu semuanya bercampur aduk. Jiwaku sentiasa berperang antara kewarasan akal dan emosi. Pedih hatiku hanya Tuhan yang tahu. KepadaNyalah aku pohon kekuatan untuk menempuhi segala kepedihan itu. KepadaNyalah aku pinta kerahmatan dan kasih sayang, semoga keresahan hati ini kan berkurangan.
Namun, jika aku punya pilihan, pastinya aku tidak mahu bermadu. Kerana ia sesungguhnya memeritkan. Perlukan ketabahan dan kesabaran. Walau bagaimanapun, aku amat bersyukur kerana suamiku tidak pernah mengabaikan tanggungjawabnya. Dan aku juga bersyukur kerana menjadi intan terpilih untuk menerima ujian ini.